Permukaan daun licin (leavis) atau mengkilap (nitidus), memiliki sisik daun : pada daun seperti ini, daun menjadi tipis, kering dan membentuk sebuah membran yang memiliki struktur seperti kertas dan berfungsi melindungi tunas.
Pada dasarnya fungsi daun beringin adalah tempat berlangsungnya proses fotosintesis, pertukaran CO2 dan O2 serta media penguapan air.
Beringin juga memiliki bunga jenis tunggal dan bentuk kelopak seperti corong dengan warna hijau. Sementara itu, mahkota bunga beringin berbentuk bulat yang berwarna kuning kehijauan sedangkan bagian putik dan benang sari memiliki warna kekuningan dengan permukaan yang halus. Bunga pada tumbuhan beringin umumnya akan tumbuh di area ketiak daun.
Buah dari pohon beringin ini disebut dengan buah buni berdaging tebal, yakni buah dengan bentuk bulat memanjang dengan panjang 0,5-1 cm.
Warna buah beringin terbagi menjadi tiga sesuai usianya. Ketika masih muda buah ini berwarna hijau. Apabila sudah setengah masak akan berwarna kuning. Sedangkan buah yang sudah masak kulit buahnya akan berwarna merah. Buah beringin termasuk buah majemuk dengan tipe Syconus yaitu buah ini berkembang dari hypanthodium inflorescence.
Biji buah beringin berbentuk bulat berwarna putih dan mempunyai tekstur yang keras, berbentuk pipih dan letaknya ada di bagian dalam buahnya. Warna biji yang masih muda biasanya kuning pucat sedangkan biji pada buah yang sudah masak akan berwarna kehitaman. Pada dasarnya fungsi biji pada pohon beringin adalah untuk alat kembang biak pohon.
Manfaat Beringin
Salah satu jenis beringin yang telah dimanfaatkan adalah Ficus benjamina L. (Beringin/Waringin). Daun beringin berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak- anak.
Berdasarkan data empiris, diketahui bahwa akar udara / akar gantung dari pohon beringin memiliki kandungan fenol, zat gula dan juga asam amino.
Kandungan zat tersebut dapat mengobati beberapa keluhan penyakit, seperti demam tinggi, rematik, influenza, luka memar, radang amandel, kejang pada anak, disentri, malaria hingga radang usus akut.
Selain itu, dikatakan pula bahwa pohon beringin, khususnya pohon beringin putih memiliki kandungan zat berupa flavonoid, alkaloid dan saponin. Ketiga kandungan tersebut berperan sebagai zat anti kanker, karena fungsinya memang menghambat sekaligus mencegah pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.
Kendati demikan, masih belum dijelaskan dengan lebih spesifik mengenai cara pemanfaatan pohon beringin ini untuk kesehatan dan pengobatan penyakit. Oleh karena itu, tanpa informasi jelas, kita pun tak boleh mengkonsumsinya sebagai obat oral maupun obat luar.
Sebab, belum ada keterangan maupun tata cara resep hingga penggunaanya.
SENI POHON BERINGIN:
Selain sebagai pohon peneduh, beringin juga memiliki nilai budaya di masyarakat kita. Pohon beringin kaya manfaat, daunnya dapat dijadikan sebagai bahan kuliner. Selain itu, daun beringin dapat dijadikan sebagai bahan obat tradisional dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
KERUGIAN POHON BERINGIN:
Sementara itu untuk kekurangannya, pohon beringin membutuhkan banyak tempat apalagi ketika mulai tumbuh besar. Diameter batangnya saja bisa mencapai sekitar dua meter dengan ketinggian hingga 20 meter bahkan lebih. Karena itu perlu pertimbangan matang sebelum memilih tanaman ini.
MISTIS POHON BERINGIN:
Pohon beringin kerap dikaitkan sebagai tempat angker yang ditinggali oleh para makhluk halus. Hal tersebut dikarenakan pohon ini memiliki kesan mistis yang sangat kuat. Mulai dari pohonnya yang rindang, batang yang berukuran besar, hingga memiliki akar gantung yang tidak beraturan.